<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541762794305711362</id><updated>2011-11-16T00:47:37.262-08:00</updated><title type='text'>Serba Informasi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://abdul4215.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541762794305711362/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul4215.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11193940794631528811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541762794305711362.post-1679008722046674726</id><published>2011-09-03T08:46:00.000-07:00</published><updated>2011-09-03T08:47:02.266-07:00</updated><title type='text'>Anda Ingin Sehat? Berpikirlah Positif Selalu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah anda kesulitan memunculkan pikiran positif dalam diri Anda? Cobalah review kembali diri Anda. Bisa jadi, sikap Anda sendiri yang menghambat pikiran positif berkembang di otak.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyelaraskan pikiran positif sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Karena pada dasarnya ketika terlahir ke dunia pun, manusia dalam keadaan positif. Namun seiring dengan perjalanannya, pikiran positif kerap beradu dengan sisi negatif yang saling tarik-menarik. Alhasil, tak sedikit orang yang lebih dominan sikap negatifnya karena dipengaruhi oleh karakter diri, kepribadian, dan kebiasaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjadikan pikiran positif sebagai bagian dari keseharian tentu tidak ada ruginya. Dengan berpikir positif, maka Anda pun terbiasa melakukan hal-hal yang positif yang memberikan dampak positif pula dalam hidup Anda. Sayangnya, kenyataan tersebut tak selalu terwujud karena pikiran manusia dipengaruhi alam bawah sadar mereka. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Alam bawah sadar selalu menguasai perilaku seseorang, sehingga terkadang apa yang dilakukan bukanlah apa yang dipikirkan," tutur Rani Noesman MPsi dari Yayasan Kita dan Buah Hati di Rumah Batik Danar Hadi, Melawai, Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rani mengaku tanpa disadari alam bawah sadar sering menyabotase pikiran. Misalnya saja, ketika Anda menelpon pasangan karena belum pulang di jam seperti kebiasaannya, maka pikiran-pikiran negatif pun mulai menghantui. Jangan-jangan dia inilah atau dia itulah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Faktor keberhasilan pikiran positif itu 85 persen bergantung pada sikap mental, sementara 15 persen dipengaruhi oleh pengetahuan. Jadi untuk mengubah diri, maka yang perlu Anda lakukan adalah mengubah perilaku atau sikap Anda," katanya memberi tips.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541762794305711362-1679008722046674726?l=abdul4215.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul4215.blogspot.com/feeds/1679008722046674726/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdul4215.blogspot.com/2011/09/anda-ingin-sehat-berpikirlah-positif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541762794305711362/posts/default/1679008722046674726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541762794305711362/posts/default/1679008722046674726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul4215.blogspot.com/2011/09/anda-ingin-sehat-berpikirlah-positif.html' title='Anda Ingin Sehat? Berpikirlah Positif Selalu'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11193940794631528811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5541762794305711362.post-6880020707902646679</id><published>2011-09-03T08:37:00.000-07:00</published><updated>2011-09-03T08:38:30.309-07:00</updated><title type='text'>Menghentikan Kebiasaan Anak Menghisap Jempol</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebiasaan menghisap jempol sebenarnya adalah tindakan natural bayi. "Sangat umum bagi mereka menggunakan jari atau jempol lainnya untuk mendapatkan kenyamanan," ujar dr. Robert Anderson, seorang dokter anak asal Iowa, Kanada.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di bulan pertama kehidupannya atau bisa jadi lebih cepat, anak bisa mulai paham kalau menghisap jari membuatnya nyaman. "Bisa membuat mereka tenang atau hanya karena memang itu menyenangkan," tutur Anderson lagi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun jika dibiarkan sampai anak mulai tumbuh besar, kebiasaan itu bisa menghambat perkembangannya, seperti kemampuannya bicara. Kapan batas toleransi untuk anak menghentikan kebiasaan menghisap jempol itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Biasanya saat anak berusia 2-4 tahun akan mulai melatih kepintaran lain, selain menghisap jari, seperti kemampuan bicara," imbuh drg. Mary Hayes asal Chicago.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi tidak semua anak dengan mudah menghentikan kebiasaan menghisap jempol itu. Jika kebiasaan itu terus berlanjut sampai anak berusia 2 tahun lebih, ini bisa membuat perkembangan dirinya terhambat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Hayes, jika dibiarkan gigi anak dapat menjadi maju atau saat rahang dikatupkan gigi depan atas dan bawah tetap terbuka. Masalah lain yang bisa timbul terjadi perubahan bentuk langit-langit mulut karena tekanan jempol di daerah tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak hanya itu saja, anak juga punya masalah dalam artikulasi jika terus menghisap jempol. Anak sulit mengucapkan huruf T dan D dengan benar atau huruf lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lantas bagaimana caranya agar anak bisa menghentikan kebiasaannya tersebut? Psikolog keluarga asal California, Jenn Berman dan dr. Robert Anderson, memberikan beberapa sarannya:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Usahakan Anda membatasi waktu anak menghisap jarinya. Misalnya hanya boleh melakukannya di kamarnya atau di rumah, tidak saat berada di tempat umum. "Katakan pada anak kalau ini hanya boleh dilakukan menjelang tidur atau saat tidur," jelas Berman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Jangan jadikan masalah ini sebagai bahan pertengkaran. "Jangan bilang pada anak, kamu tidak boleh menghisap jempolmu lagi," ujar Anderson. "Ketimbang memberinya kritikan, ketika anak tidak menghisap jempolmu, berikan dia pujian," tambahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Komunikasikan pada anak soal kebiasaannya itu. "Katakan pada anak, kapanpun dia siap menghentikan kebiasaannya itu, Anda siap membantunya," ujar Berman. Cara ini bisa membuat anak termotivasi dan akhirnya datang pada Anda untuk minta bantuan Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Bangun kesadaran anak. "Saat anak menghisap jempol, ingatkan padanya kalau dia sedang menghisap jarinya," jelas Hayes. Jika anak tidak menyadarinya, bantu dia dan cari cara adakah hal lain yang bisa membuatnya nyaman selain jari.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Lakukan cara-cara kreatif untuk membuat anak paham kalau mereka sedang sudah besar dan suatu hari nanti tidak akan menghisap jarinya lagi.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5541762794305711362-6880020707902646679?l=abdul4215.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://abdul4215.blogspot.com/feeds/6880020707902646679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://abdul4215.blogspot.com/2011/09/menghentikan-kebiasaan-anak-menghisap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541762794305711362/posts/default/6880020707902646679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5541762794305711362/posts/default/6880020707902646679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://abdul4215.blogspot.com/2011/09/menghentikan-kebiasaan-anak-menghisap.html' title='Menghentikan Kebiasaan Anak Menghisap Jempol'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11193940794631528811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
